Merdeka Produk Indonesia

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Bukankah sobat blog sudah tidak tidak asing lagi dengan kata tersebut? Tak terasa hampir 73 tahun kita berkenalan dengan kata “merdeka”. Namun, apakah sobat blog sudah benar-benar bersahabat baik dengan kata itu? Memang dengan mudah lidah dapat mengucapkannya. Namun, perlu perjalanan panjang dan perjuangan yang sangat berat untuk meraihnya dan beralih dari kata “dijajah”. Ya, kita telah dilirik oleh tetangga karena begitu banyaknya kekayaan kita yang berasal dari berbagai sektor, baik ekonomi, budaya, maupun sumber daya alam.

Mari kita pahami lebih jauh bahwa “merdeka” bukan hanya sebuah kata yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Selama 73 tahun kata “merdeka” telah disematkan untuk negeri kita, Indonesia. Namun, apakah sobat blog meyadari bahwa kita belum seutuhnya terlepas dari kata “dijajah”? Kita pantas menyandang kata “merdeka” apabila negeri kita mampu hidup dengan keringat sendiri dan rakyat hidup dari kekayaan milik sendiri.

Mari kita berkaca bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar hidup dari keringat sendiri. Banyak dari kita yang masih bergantung dengan campur tangan negeri tetangga. Kita dapat mengambil contoh aktifitas importasi yang marak melanda negeri ini. Aktifitas importasi didukung oleh kecanggihan teknologi internet yang telah menjadi candu bagi seluruh kalangan produsen maupun konsumen.

Menurut data yang dicatat Bank Indonesia, terjadi peningkatan senilai 10 triliun transaksi e-commerce dari tahun 2016 ke tahun 2017. Data ini merupakan bukti maraknya transaksi online yang berdomisili di lingkungan kita. Namun, apakah sobat blog tahu bahwa yang menjadi bos besar transaksi online tersebut didominasi oleh barang-barang impor? Apakah kita masih bersedia untuk “dijajah” kembali? Tentu kita tahu jawaban dan langkah apa yang harus kita ambil. Alangkah baiknya apabila kita lebih menaruh perhatian pada produk-produk lokal yang tidak kalah mewah dengan milik tetangga.

Tanpa kita sadari, sebenarnya kita terlahir kaya dengan komoditi-komoditi mahal yang merupakan aset besar bagi bangsa ini. Sumber daya alam yang kita miliki merupakan satu langkah awal yang dapat menunjang sektor-sektor lain demi kemajuan negeri kita sendiri. Kemampuan kita untuk mengolah sumber daya alam yang melimpah di negeri ini merupakan pondasi penting untuk meningkatkan eksistensi produk lokal kita di kalangan konsumen Indonesia. Akan jauh lebih baik lagi jika produk lokal Indonesia dapat menyumbang kenaikan data eksportasi dimana produk mewah dalam negeri dapat menjadi candu baru bagi konsumen mancanegara. Kemampuan produk lokal untuk menjadi bos besar dalam transaksi online maupun offline merupakan prestasi puncak yang harus dijadikan motivasi bagi kita untuk melangkah bersama-sama mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik. Hal inilah yang dapat menjadi tolak ukur bahwa bangsa kita telah benar-benar meraih gelar “merdeka”.

Seluruh elemen bangsa dapat turut menyumbangkan pikiran dan tenaga demi melawan penjajahan online di Indonesia. Sumbangsih produsen maupun konsumen akan sama-sama berperan penting dalam misi meraih kemerdekaan ini. Peran produsen akan sangat menentukan karena produsen merupakan pondasi utama untuk meningkatkan eksistensi produk-produk lokal Indonesia. Produsen harus lebih produktif dalam mengolah kekayaan lokal menjadi produk-produk handmade yang berkualitas.

Kita dapat melirik contoh pada kiprah Qlapa sebagai mall online untuk produk handmade Indonesia. Mengapa Qlapa merupakan rumahnya produk handmade Indonesia? Pertama, Qlapa memberikan kemudahan akses bagi seluruh produsen lokal Indonesia untuk memperluas pasar mereka. Seluruh produsen lokal Indonesia dapat bergabung dengan Qlapa untuk memperkenalkan produk-produk lokal mereka kepada konsumen agar dapat dilirik oleh pecandu situs jual beli online saat ini. Hal ini sangat menguntungkan bagi prosuden lokal Indonesia karena mereka dapat mengiklankan produk tanpa biaya awal dan bebas berjualan tanpa stok minimum. Karena kemudahan-kemudahan inilah, banyak produsen yang tertarik untuk bergabung dengan Qlapa. Kedua, Qlapa menyediakan bermacam-macam produk handmade dengan standart kualitas yang sempurna. Apakah produk handmade Qlapa benar-benar memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk impor? Sekiranya itulah kalimat yang  ingin sobat blog tanyakan, bukan? Ya, produk-produk handmade yang dijual di Qlapa telah mengikuti seleksi berdasarkan standart kualitas yang tinggi, seperti kemeja batik, tenun, dompet, sepatu kulit, tas, dekorasi rumah, perhiasan, dan produk unik lainnya. Pembeli juga dapat menemukan berbagai macam produk handmade mulai dari rancangan tradisional sampai rancangan modern dengan  harga yang tetap bersahabat oleh kantong. Ketiga, Qlapa menjamin kenyamanan dan keamanan transaksi. Qlapa meneruskan pembayaran kepada penjual jika pembeli telah menerima produk. Jika transaksi batal sebelum produk dikirim, uang pembeli akan dikembalikan 100%. Keempat, pembeli dapat membuktikan kiprah Qlapa sebagai rumahnya produk handmade Indonesia dengan adanya kemudahan akses untuk membeli produk handmade langsung dari pembuatnya. Pembeli dapat mengatur dan memodifikasi produk pesanannya sesuai keinginan.

Kiprah Qlapa sebagai rumahnya produk handmade Indonesia merupakan salah satu upaya untuk mengangkat kearifan produk lokal  Indonesia agar dapat menggantikan posisi produk impor sebagai candu baru bagi konsumen belanja online. Tidak hanya itu, hadirnya Qlapa market merupakan bukti bahwa Qlapa tidak hanya berjuang melawan produk impor melalui sektor online, tetapi juga berjuang melalui sektor offline. Puluhan pengrajin dari berbagai Indonesia menjual produk handmade mereka dalam acara ini. Melalui Qlapa market inilah pengrajin dapat langsung bertemu dengan pembeli.

Hadirnya Qlapa tentu sangat berpengaruh untuk kelanjutan nasib bangsa ini. Kita yang selama ini tidak menyadari bahwa sedang “dijajah” harus lebih menaruh perhatian pada kekayaan milik sendiri. Mari lebih membuka mata pada kekayaan potensial negeri ini. Kreatifitas merupakan tambang emas yang siap bersaing di dunia bisnis demi melawan importasi.  Mari beralih ke produk handmade dalam negeri dan bersiaplah untuk menjadi raja di kerajaan sendiri. #MerdekaProdukIndonesia.

Komentar